Saturday, 16 March 2013

TULISAN 1


Negeri DENGAN SERIBU SATU KEAJAIBAN
    Indonesia adalah Negara yang terletak di kawasan Asia Tenggara.  Selain itu Indonesia juga merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki lebih dari 13.487 pulau, oleh karena itu Indonesia disebut juga sebagai Nusantara. Letak Indonesia sangat strategis dapat dilihat dari berbagai sisi antara lain :
a.   Strategis menurut geografis, Indonesia terletak diantara 2 benua dan 2 samudra yaitu benua Asia dan   benua Australia serta samudra Hindia dan samudra Pasifik.
b.  Strategis menurut astronomi, Indonesia terletak antara 6°LU-11°LS dan antara 95°BT-141°BT, ini berarti Indonesia terbentang dari Barat ke Timur dilintasi oleh garis khatulistiwa / garis equator.
c.    Strategis menurut ekonomi, Indonesia sebagai jembatan pelayaran dan perdagangan antar Negara atau antar bangsa, memiliki kekayaan yang melimpah yang terdapat di daratan dan lautan.


Peta Indonesia

Karena letaknya yang sangat strategis Indonesia mendapat pengaruh berbagai kebudayaan dan peradaban dunia, serta secara alami dipengaruhi oleh angin musim. Serta memiliki kekayaan alam yang melimpah yang terdapat di daratan dan di lautan. Wilayah Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke menyebabkan Indonesia memiliki keberagaman suku, ras, budaya, bahasa, serta agama.
Indonesia pernah dijajah oleh Belanda selama 350 tahun atau 3,5 abad dan oleh Jepang selama 3,5 tahun. Dengan adanya penjajahan itu menjadikan Indonesia Negara yang solid antara pemerintah dan rakyat untuk berjuang melawan para penjajah keluar dari Indonesia. Perjuangan yang begitu gigih dari para rakyat akhirnya membuat Indonesia memperoleh kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.
Indonesia merupakan salah satu Negara pendiri ASEAN yang diwakili oleh Adam Malik. Selain itu Indonesia juga menjadi anggota dari PBB, APEC, OKI, dan masih banyak lainnya.
Dari berbagai pemaparan di atas mari kita lihat Indonesia dari berbagai macam sisi yang ada, antara lain :

1.      Pemerintahan Indonesia
      Pembukaan UUD 1945 Alinea IV menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia itu disusun dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat. Berdasarkan Pasal 1 Ayat 1 UUD 1945, negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik. Berdasarkan hal itu dapat disimpulkan bahwa bentuk Negara Indonesia adalah kesatuan, sedangkan bentuk pemerintahannya adalah republik.
      Selain bentuk negara kesatuan dan bentuk pemerintahan republik, Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan sebagai kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Hal itu didasarkan pada Pasal 4 Ayat 1 yang berbunyi, “Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar”. Dengan demikian, sistem pemerintahan di Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensial. Dimana kepala pemerintahan dipegang oleh presiden dan pemerintahan tidak bertanggung jawab kepada perlemen (legislative). Menteri bertanggung jawab kepada presiden karena presiden berkedudukan sebagai kepala Negara sekaligus kepala pemerintahan.
      Karena menganut sistem presidensial itu pemerintahan Indonesia juga dikepalai oleh seorang presiden yang dibantu beberapa menteri yang tergabung dalam suatu kabinet. Sebelum tahun 2004, sesuai dengan UUD 1945, presiden dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Namun, pada pemilu tahun 2004 untuk pertama kalinya presiden Indonesia dipilih langsung oleh rakyat. Pemilu itu sendiri mempunyai asas dalam pelaksanaannya, pada masa orde baru menganut asas LUBER “Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia” sedangkan pada era reformasi menganut asas Jurdil “Jujur dan Adil”.

2.      Kependudukan
      Indonesia merupakan Negara yang memiliki penduduk terbanyak ke empat di dunia setelah Amerika Serikat, yaitu kurang lebih 237.000.000 jiwa. Penduduk Indonesia secara garis besar dapat dibagi menjadi dua kelompok. Di bagian barat Indonesia penduduknya kebanyakan suku Melayu sementara di bagian timur  penduduknya kebanyakan suku Papua. Dengan begitu dapat diketahui bahwa penduduk Indonesia terdiri dari bermacam-macam suku, ras, budaya, bahasa, serta agamanya. Tetapi walaupun berbeda-beda mereka tetap hidup dengan rukun seperti semboyan nasional yaitu “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

Penduduk Indonesia

      Di tinjau dari kepadatan penduduknya Pulau Jawa masih menjadi peringkat pertama dengan penduduk kurang lebih 57,50%. Sedangkan ditinjau dari jenis kelamin laki-laki 50,34% dan perempuan 49,66%. Secara keseluruhan kepadatan penduduk rata-rata Indonesia adalah 124 jiwa/km2 dengan laju pertumbuhan penduduknya 2,15 % - 2,49% pertahun.

Peta Kependudukan

      Masalah utama yang dihadapi di bidang kependudukan Indonesia adalah masih tingginya pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun dan kurang seimbangnya penyebaran dan struktur penduduk. Hal tersebut berkaitan dengan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat. Aspek-aspek dan komponen lain yang perlu diperhatikan dalam bidang kependudukan yaitu fertilitas, mortalitas, mobiditas, migrasi, dan ketenagakerjaan.
      Sedangkan mata pencaharian sebagian besar para penduduk Indonesia adalah bercocok tanam sehingga Indonesia disebut juga sebagai Negara agraris. Selain itu sebagian besar pula penduduk Indonesia menganut agama Islam walaupun sesungguhnya Indonesia bukanlah Negara Islam.

3.      Transportasi
      Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Indonesia memiliki banyak sekali alat transportasi, mulai dari transportasi darat, transportasi laut, serta transportasi udara.
      Alat transportasi darat yang dimiliki oleh Indonesia antara lain, angkutan jalan, kereta api, mobil, motor, bus, dan taksi semuanya ini merupakan alat transportasi modern. Selain itu alat transportasi darat juga ada yang tradisional seperti sepeda, becak, bajaj, bemo, helicak, delman. Meskipun terbilang tradisional namun transportasi inilah yang justru dapat menarik perhatian para turis mancanegara karena tidak semua Negara memiliki transportasi tradisional seperti yang ada di Indonesia.
      Kapal laut, feri, dan kapal selam merupakan alat transportasi laut modern yang dimiliki oleh Indonesia. Alat transportasi laut pun ada yang tradisional yaitu sampan. Transportasi ini terdapat di perkampungan dan biasa digunakan di danau atau kali untuk menyebrang. Sedangkan alat transportasi udara yang dimiliki oleh Indonesia adalah pesawat terbang. Indonesia sudah mempunyai pesawat terbang sendiri yang dibuat pertama kali oleh Bapak Habibie mantan presiden Indonesia ke 3.

Alat - Alat Transportasi

      Begitu banyak alat transportasi yang dimiliki oleh Indonesia namun masih harus meningkatkan kualitas, kuantitas, serta fasilitas dari setiap transportasi tersebut. Supaya masyarakat Indonesia pengguna alat tranpostasi tersebut dapat merasa tenang dan nyaman selama menggunakan alat transposrtasi umum tersebut.

4.      Pariwisata
      Indonesia juga sangat terkenal dengan pariwisatanya. Indonesia memiliki banyak sekali tempat wisata alam dengan pemandangannya yang indah maupun tempat wisata budaya yang memiliki peninggalan-peninggalan sejarah serta kebiasaan yang berbeda di setiap tempat. Pariwisata ini sendiri di Indonesia merupakan sektor ekonomi penting di Indonesia. Karena pariwisata memberikan devisa yang sangat besar untuk Indonesia.
      Tempat wisata yang sering dikunjungi yaitu tempat wisata alam karena udaranya yang sejuk dan pemandangan yang indah dipandang. Pariwisata alam tersebut antara lain pantai-pantai di Bali dan Lombok, tempat menyelam di Bunaken, Raja Ampat dan Wakatobi, Gunung Rinjani di Lombok, Taman Nasional di Sumatra. Dan masih banyak lagi tempat wisata alam yang terdapat di Indonesia baik yang sudah terkenal di mancanegara maupun belum.

Pulau Bali

      Sedangkan tempat wisata budaya yang terdapat di Indonesia antara lain candi Prambanan, candi Borobudur, Toraja, Yogyakarta, Minangkabau, dan Bali. Semuanya itu memiliki budaya yang berbeda-beda yang menarik perhatian turis dalam negeri maupun turis luar negeri. Selain wisata alam dan budaya ada juga wista religi di Indonesia. Wisata religi antara lain Masjid Istiqlal, Masjid Kubah Emas di Depok, Makam-Makan Wali Songo, dan masih banyak lainnya.

Candi Borobudur

Masjid Kubah Emas

      Kita sebagai warga Indonesia harus menjaga semua tempat wisata yang ada. Karena itu salah satu pemasukan untuk Negara kita dan juga untuk penghasilan warga daerah sekitar tempat wisata itu.
     


Saturday, 12 January 2013

ANTARA CINTA DAN TEMAN


Saat kejujuran menyeruak
Di antara langkah-langkah kediaman selama ini
Ku tau dirimu pasti akan terkejut
Saat  kau tau aku mencintainya

            Cinta yang kucari darinya
            Takkan bisa aku menyembunyikannya
            Karena nyatanya..
            Harapan tuk memilikinya salalu ada

Teman..
Sesungguhnya
Sejak dulu aku memang telah mencintainya
Jauh sebelum kumengenal pertemanan ini
Jauh pula sebelum kau mengenal dirinya
Cintaku untuknya memang telah ada sejak dulu
Sejak masih duduk di bangku sekolah

            Namun..
            Kehadiranmu di antara aku dan dia
            Telah hancurkan harapan cintaku
            Dirimu diam-diam juga mencintainya
            Walaupun aku tak tahu apakah dirinya juga mencintaimu
            Jarak yang memisahkan aku dan dia
            Jarak dan waktu pula yang selalu mempersatukan kau dan dia

Teman..
Aku cemburu melihat kedekatan kau dan dia
Biarlah aku yang tersakiti oleh cinta ini
Karena sesungguhnya aku telah terbiasa oleh rasa sakit seperti ini
Aku rela jika bersama dia kau merasa bahagia
Aku pun akan bahagia jika kalian berdua bahagia
Jaga dan sayangi dia baik-baik

Teman..
Kini kumengerti
Maafkan aku bila telah mencintainya
Tak ada niatku tuk melukaimu
Diriku hanya seorang wanita
Yang butuh cinta dan kasih sayang

                                       Anne Rahma Safitri
                                                       (20-12-2012)

SEMANGKA KUNING DAN SEMANGKA MERAH


DRAMA
Semangka Kuning dan Semangka Merah

Para Pelaku:
Pemeran Utama :
1.      Semangka Kuning bernama Shinta, anak gadis yang baik hati dan sabar, berumur 20 tahun.
2.      Semangka Merah bernama Santi, saudara tiri Shinta yang jahat, licik, dan genit, berumur 21 tahun.
3.      Sukma, ibu tiri Shinta yang jahat dan licik, berumur 45 tahun.
4.      Bang Jueng, penjual gado-gado asli betawi yang sok tahu namun berhati baik, berumur 40 tahun.
5.      Raihan, pemuda yang bijaksana, baik hati dan suka menolong, berumur 25 tahun.
Pemeran Pembantu :
1.      Pak Hartawan, Ayah Shinta

            Alkisah ada seorang gadis bernama Shinta. Ia adalah anak dari saudagar kaya bernama Pak Hartawan. Ibunya sudah meninggal sewaktu Shinta masih kecil. Sejak itu ia hanya tinggal dengan ayahnya. Namun setelah ia berusia 20 tahun, ayahnya memilih untuk menikah lagi dengan seorang janda beranak satu bernama Sukma. Anaknya itu bernama Santi. Ia berumur setahun lebih tua dari Shinta.
Suatu hari Pak Hartawan diharuskan pergi ke luar kota untuk pekerjaan dinasnya. Namun Shinta tak kuasa menahan air mata meratapi kepergian ayahnya itu.  
Pak Hartawan :  ”Kenapa kamu menangis? Ayahkan hanya sebentar perginya. Lagi                       pula sekarangkan sudah ada yang menemanimu.”
Sukma             :  ”Iya, benar kata ayahmu sekarangkan sudah ada ibu dan Santi.”
Santi                :  ”Aku akan menemani kamu terus kok, tenang saja yah!”
Pak Hartawan :  ”Nah, itu ada Santi. Iya sudah, ayah pergi dulu ya!”
                           ”Assalamualaikum.”
Semua             :  ”Walaikumsalam.”
Shinta              :  ”Hati-hati ya yah!”

Sesaat setelah Pak Hartawan pergi, keadaanpun berubah 180 derajat dari sebelumnya. Sukma dan Santi dengan bebasnya memerintah Shinta layaknya seorang pembantu.
Santi                :  ”Shinta, kesini?”
Shinta              :  ”Iya kak, ada apa?”
Santi                :  ”Bersihin nih lantai?” (Sambil menumpahkan air dari gelas yang                           sedang di pegangnya)
Shinta              :  ”Tapi, kenapa...?”
Santi                :  ”Udah jangan banyak ngomong, bersihin aja nih lantai. Kalau ngak                      aku bilangin ibu loh...! Mau kamu..?” (Shinta menggeleng)
                           ”hmm.. habis ini kamu ke kamar aku ya!”
Shinta              :  ”I... iya kak.”
Disaat yang bersamaan Sukma sedang nenelpon seseorang dengan HP nya. Tidak di sengaja Shinta pun mendengar perkataan Sukma.
Sukma             :  ”Bagaimana? Kalian sudah pastikan semuanya itu? Bagus-bagus! Hilangkan semua bukti! Uang akan saya transfer ke rekening kalian.”
 Shinta             :  ”Hilangkan semua bukti...? Apa maksudnya? Hah, sudahlah aku `                       harus cepat-cepat, kalau tidak Santi bisa marah lagi nih!”
Keesokan harinya, telepon rumah berdering. Ternyata telepon itu berasal dari kantor ayahnya Shinta.
Sukma             :  ”Shinta! Shinta! Cepet angkat teleponnya!”
Shinta              :  ”Iya, iya bu!” (Sambil berlari untuk mengangkat telepon itu)
Santi                :  ”Ngangkat telepon aja lama banget.”
Shinta              :  (Shinta berbicara di telepon) ”Wa’alaikum salam, iya benar saya                           anaknya. Ada app ya?”
Kantor             :  “Ayah kamu Pak Hartawan sudah meninggal dunia akibat                                    kecelakaan dan masuk jurang. Sampai sekarang jasadnya belum juga                         ditemukan.”
Shinta              :  “Innalillahiwainnailaihi rajiun.” (Sambil menangis karena telah kehilangan figur seorang ayah)
Santi                :  (Sukma dan Santi menghampiri Shinta. Sukma mengangkat telepon                     yang jatuh, namun telepon sudah terputus. Santi merangkul Shinta)
                           “Siapa yang meninggal Shinta?”
Shinta              :  “Ayah kecelakaan dan masuk jurang. Sampai sekarang Ayah belum                      ditemukan.” (Menangis)
Santi                :  “Innalillahiwainnailaihi rajiun.”
Sukma             :  “Udahlah jangan menangis terus, orang yang sudah tidak ada                               diikhlaskan saja?”
Santi                : “Ibu! Yaudah yuk, sekarang aku anterin kamu ke kamar? (Sambil mengajak Shinta masuk ke dalam kamarnya)
Santi mengantar Shinta ke kamar dan Setelah itu Santi kembali menemui ibunya.
Santi                :  “Bu, ko tadi ngomongnya kaya gitu si? Bukannya kasihan? Atau                          sedih kek!”
Sukma             :  ”Duh, Santi kita tuh seharusnya seneng dong si ayahnya Shinta itu                       meninggal. Kan nanti warisannya bisa jadi milik kita. Nah kita bisa                belanja deh. Apa aja yang kita mau bisa kita beli.”
Santi                :  “Iya juga ya bu. Kok aku ga kepikiran sedikit pun ke arah situ dari kemaren ya..???”
Sukma             :  ”Emang susah punya anak Telmi.” (menggeleng-gelengkan                                   kepalanya)
Shinta sangat terpukul menghadapi kenyataan pahit ini. Hari-hari yang kelampun kembali ia lewati dengan tabah dan sabar dengan berbagai cobaan yang berat dari ibu dan saudara tirinya itu
Suatu ketika, datanglah seorang tamu. Dia adalah tetangga baru disebelah rumah mereka.
Raihan             :  “Assalamualaikum”
Shinta              :  “Wa’alaikum salam. (Sambil membukakan pintu) Siapa ini ya??”
Raihan             :  “Saya tetangga baru di sebelah rumah ini.”
Santi                :  “Siapa yang datang? (mengusir Shinta) Oh.. tetangga baru di sebelah                   ya... Kenalin nama saya Santi. Nama kamu siapa?”
Raihan             :  ”Saya Raihan. Saya mau silaturahmi aja sebagai tetangga baru.”
Santi                :  ”Yaudah masuk dulu yuk! Silahkan duduk.”
Sukma             :  ”Ada siapa nih? Oh tetangga baru yang di sebelah itu ya.! Shinta, bikin jus jeruk 3 ya.”
Tak lama kemudian Shinta datang dengan membawa jus jeruk dan ditaruh di atas meja, lalu Shinta kembali ke dapur.
Raihan             :  ”Itu anak ibu juga kan, kenapa gak diajak duduk disini aja?”
Sukma             :  ”Oh..., dia memang anaknya pemalu. Biasa lah.. silahkan diminum!”
Raihan             :  ”Trimakasih.” (lalu minum semua)
                           ”Oh iya, saya dengar suami ibu belum lama ini baru saja meninggal           dunia. Saya turut berduka cita ya.”
Sukma             :  ”Trimakasih.” (Sukma merangkul Santi dan berpura-pura menangis)
Santi                :  ”Aku sedih banget waktu denger berita ayah meninggal.”
Sukma             :  ”Mungkin sudah takdir-Nya.”
Raihan             :  ”Yang sabar ya...” (Sambil melihat jam tangannya)
                           ”Astagfirullahal, hampir saja lupa. Maaf saya tidak bisa berlama-                          lama disini. Saya sudah punya janji dengan seseorang.”
Sukma             :  ”Sayang sekali, baru saja kita mengobrol.”
Santi                :  ”Sering-sering datang ya!
Raihan             :  ”Insya allah! Ya sudah saya permisi dulu ya.. Assalamualaikum!” (Berjalan meninggalkan rumah itu)
Sukma&Santi  :  ”Wa’alaikum salam”
Keesokan harinya. Raihan yang sedang lapar memilih untuk memakan gado-gado di warung bang Jueng.
Bang Jueng     :  “Warga baru ye disini!”
Raihan             :  ”Iya, Bang. Bang, pesen gado-gadonya satu jangan terlalu pedas.”
Bang Jueng     :  ”Tinggal dimane?” (Sambil membuatkan gado-gado pesanan Raihan)
Raihan             :  ”Di samping rumah bu.... Bu Sukma!”
Bang Jueng     :  ”Wah, disebelah langganan gado-gado saya dong.”
Raihan             :  ”Oh,ya.? Berarti Abang tau dong perempuan yang bernama Shinta dirumah itu?”
Bang Jueng     :  ”Jelas! Kenapa emank? Kamu naksir dia ya..!!”
Raihan             :  ”Hmm... Ya bisa dibilang begitu deh, Bang! Ayahnya kan udah                           meninggal, berarti dia anak yatim dong!
Bang Jueng     :  Iye, tapi tepatnye ia yatim piatu. Ibu kandungnye uda meninggal waktu die masih kecil. Nih, gado-gadonye.” (Memberi piring yang berisi gado-gado)
Raihan             :  ”Makasih,Bang.!! Oh.. Terus dia sekarang tinggal sama siapa di rumah itu?” (Sambil memakan gado-gado)
Bang Jueng     :  ”Sekarang die tinggal ame ibu tiriye. Nah, Ibu tirinye ntu jande                            beranak satu. Kabarnya ni ye, die di jadiin pembokat di rumahnye                         sendiri.
Raihan             :  ”Pantas aja, waktu saya bertamu kesannya tuh si Shinta menjadi                           pembantu di rumah itu. Wah ga bisa dibiarin nih, Bang? Shinta bisa                    terus-menerus menderita akibat perlakuan ibu dan saudara tirinya             itu.”
Bang Jueng     :  ”Tapi saya masih bingung, kok bisa ya gak lama setelah Pak                                  Hartawan menikah, tiba-tiba ia diberitakan kecelakaan, masuk                          jurang, dan jasadnya ga ditemuin pula. Aneh banget kan..!!”
Raihan             :  ”Ya mudah-mudahan sih ini bukan kelakuan dua perempuan jahat itu                   juga, Bang.
Suatu hari di jalan Raihan melihat Shinta yang sedang kesulitan membawa sesuatu digenggamanya.
Raihan             :  ”Shinta, kamu lagi bawa apa?”
Shinta              :  ”Oh..., gak bawa apa-apa kok. Ini cuma cucian kotor yang harus aku                    bawa ke laundry.”
Raihan             :  ”Sini aku bantu bawain. Pasti cucian itu sangat berat.” (Sambil                             mengambil kantong berisi pakaian yang ada di tangan Shinta)
Shinta              : ”Tidak usah, aku tidak mau merepotkan kamu Raihan. Lagian aku                         juga sudah terbiasa melakukan ini semuanya sendiri.”
Raihan             : ”Udah gak apa-apa kok. Oh... Iya, yang tadi siang di rumah kamu itu                    ibu dan kakakmu ya?!”
Shinta              : ”Iya, mereka itu ibu dan kakak tiriku. Memangnya kenapa?”
Raihan             :  ”Oh... Kata Bang Jueng, si tukang gado-gado itu kamu sering di siksa                  oleh ibu dan kakakmu itu ya?!”
Shinta              :  ”Benar, tapi aku sudah terbiasa oleh semua itu sekarang.”
Raihan             : ”Tapi semua ini gak bisa dibiarin begitu saja. Mereka akan semakin senang melihat kamu menderita. Sebenarnya aku ada ide buat membikin dua penjahat itu menjadi jera.”
Shinta              :  ”Are you sure? Bagaimana caranya?” (Menatap Raihan dengan terkejut dan penasaran)
Raihan             :  ”Ada deh..!!! Nanti aku akan merencanakan sesuatu dengan Bang Jueng untuk membantu kamu keluar dari penderitaan ini.”
Setelah itu Raihan langsung menemui Bang Jueng. Dan mereka berdua pun menyusun rencana-rencana untuk membantu Shinta. Suatu malam Raihan dan Bang Jueng menjalankan aksinya. Keberuntunganpun berpihak pada mereka. Malam itu Sukma dan Santi sedang berbincang-bincang di ruang keluarga. Sementara itu Shinta tengah terlelap tidur. Mereka berbincang mengenai almarhum Pak Hartawan. Raihan pun segera menyiapkan alat perekam dan dia pun merekam pembicaraan mereka.
Sukma             :  ”Santi ini saatnya kamu harus tau. Sebenarnya si Hartawan itu meninggal bukan gara-gara kecelakaan biasa. Tapi itu semua udah ibu rencanain dari dulu.”
Santi                :  ”Santi gak nyangka ibu melakukan hal itu semua. Tapi gimana kalo ada yang tau tentang ini semua?”
Sukma             :  ”Tenang aja, ibu udah hilangin semua bukti-bukti. Buktinya sampe sekarang gak ada yang tau kan.”
Santi                :  ”Bagus deh kalau begitu, Bu.”
Sukma             :  “Jadi, kamu ga marah sama ibu nihh?”
Santi                :  ”Kenapa harus marah, kalo itu untuk kebaikan kita berdua. Kan kita jadi bisa pake warisannya buat shopping, Bu. Udah yuk tidur, udah malem nih.” (Pergi menuju kamar)
Keesokan harinya Raihan datang ke rumah Shinta dan menceritakan semua yang telah terjadi semalam kepada Shinta. Shinta pun hanya bisa menangis, menangis dan  tabah.
Raihan             :  ”Sudah kamu jangan nangis terus. Tenang aja, Bang Jueng sekarang lagi menghubungi polisi, agar mereka ditangkap secepatnya.”
                           (Tiba-tiba Sukma dan Shinta datang menghampiri mereka berdua)
Sukma             :  ”Shinta kok ada tamu gak diajak masuk sih?”
Santi                :  ”Iya, gimana sih lo Shin! Ayo Bang Raihan kita masuk ke dalam rumah aja.”
Raihan             :  ”Sudah, jangan berbasa-basi kalian. Kami sudah tau semua yang terjadi sebenarnya.” (Dengan nada sedikit keras karena kesal pada mereka berdua)
Shinta              :  ”Saya gak menyangka ibu tega melakukan ini semua sama ayah cuma gara-gara harta warisan.”
Sukma             :  ”Enak aja.!! Itu semua fitnah, mana mungkin ibu tega melakukan hal itu kepada suami ibu sendiri.” (Gemetaran karena rahasianya telah terbongkar)
Santi                :  ”Iya, benar yang dikatakan oleh ibu. Itu semua tidak benar.”
Raihan             :  ”Sudahlah, kalian tidak bisa mengelak lagi karena saya sudah mempunyai bukti atas perbuatan kalian. Sebentar lagi polisi akan datang untuk menangkap kalian berdua.”
Tak lama kemudian Bang Jueng datang.
Raihan             :  ”Loh... Bang mana polisinya?”
Bang Jueng     :  ”Abang suruh tunggu disitu. Aye mau bawa panjahatnye sendiri, biar keliatan hebat gitu.!! Kan semalem ude nyoba jadi detektif nah sekarang jadi polisi deh.”
                           (lalu memegang Shinta dan Sukma)
Bang Jueng     : ”Nyok ikut aye semuanye. Ude dijemput tuh sama bapak polisi!”
   (Mereka berdua berteriak membela diri sambil ditarik oleh Bang    Jueng)
Shinta              :  ”Makasih ya Raihan udah mau nolong saya untuk keluar dari semua penderitaan ini!”
Raihan             :  ”Iya sama-sama. Waktu itukan kamu juga udah nolongin saya.” (Sambil senyum-senyum ke arah Shinta)
Raihan             :  ”Sebenarnya sejak awal kita bertemu, aku... udah suka sama kamu. Hmm.. mau gak kamu jadi pacar aku?”
Shinta              :  ”Hmm.. Kalau begitu sama donk.!! Pertama aku melihat kamu hatiku deg-degan. Sepertinya aku juga suka sama kamu deh..!!”
 Akhirnya mereka berdua pun bahagia dan memutuskan untuk menikah. Sedangkan ibu dan kakaknya menderita di dalam penjara.



_SELESAI_

SAHABATKU


Di kala ku menangis
Kau tenangkanku dalam pundakmu
Kau mengajariku tentang arti hidup
Dan kau terus menuntunku

            Saat aku terjatuh dan aku letih
            Kau selalu ada dalam sisiku
            Aku merasa tegar
            Aku merasa berarti bila ada dalam sisimu

Kau telah tuntun aku
Kau telah angkat aku
Dari dunia kelamku
Hanya kau yang mengerti aku

            Kau bagaikan malaikat
            Yang datang dari surga
            Datang padaku
            Untuk membuat hidupku berarti

Kau rasakan pedihku saat menangis
Kau rasakan peluhku saat kuletih
Kau tersenyum saat melihatku berseri
Kau yang selalu ada dalam keadaan apapun
Terima kasih sahabatku
Telah membawaku ke dunia indah ini

                                            Anne Rahma Safitri
                                                          (02-04-2012)