Tuesday, 28 April 2015

ENGLISH BUSINESS 2 "SOFTSKILL’S SECOND ASSIGNMENT"

The Use Of Gadget For Children

The gadget is a device that is associated with the development of today's technology. Which includes gadgets for example tablets, smartphones, netbooks, and so on. Although the gadget is not social interaction but an interesting feature offered often make children familiar with it quickly. Not infrequently, the gadget is regarded as a scourge for children. In fact, the same gadget to other objects that have positive and negative effects.
Electronic devices and games have a positive effect in supporting cognitive learning and the development of analytical skills. This can help build an innovative and strategic thinking and encourage creativity in children. Many games are designed to pursue a specific value in order to continue the game to the next level. It can encourage mathematical and engineering capabilities person and psychologically motivate a person to not give up easily.
Technology also carries a negative influence on child development among inhibit brain development, affecting social relationships and cause health problems. Excessive use of gadgets in children can affect their performance in school. Children spend more time with playing gadget thus affecting their concentration on the lesson. Playing habits gadget also cause an unhealthy lifestyle and time management that is not good. In addition, when children play a game that has elements of violence, they will tend to be more aggressive. Modern technology also contributed to the moral decay of children. The Internet can introduce children to the bad things, such as pornography.
Moreover, the gadget will make the child get information easily and can establish communication over long distances. With the gadget also children can innovate and be creative with features that diverse. However, children who are too often use the gadget will shift the culture one is communicating with friends via direct contact. Today many children who prefer to play using their gadget than play out the traditional game that requires interaction with one another. Gadgets make cool kids with his own world, it causes the interaction to be reduced. Selfishness in children will be formed, does not accept other people's opinions, and lack of communication with people around.
Besides delinquency and deviant acts among children is increasing. The weakening of the authority of traditions that exist in society, such as politeness, cooperation and mutual support have weakened the centripetal force that plays an important role in creating social unity. Further result can be seen together, delinquency and deviant acts among children and adolescents increased in various forms. In addition to local cultural shift foreign culture. Ease of access to information make rapid exchange of local culture shift. For example, when western culture into the culture of Indonesia so many young people who now follow western customs and forgotten their regional culture, such as batik, wayang, and each other. 

More negative impact on children in the use of the gadget as compared to a positive impact. The role of parents is very important, to know what is being done by children with gadgets. Supervision is very important for children to continue to use the gadget as a function gadget that fits the child's age.

Nama      :  Anne Rahma Safitri
N P M    :  20212947
Kelas      :  3EB12
Tugas      :  Softskill (Bahasa Inggris 2)

Wednesday, 18 March 2015

ENGLISH BUSINESS 2 "SOFTSKILL’S FIRST ASSIGNMENT"

N P M    :  20212947
Kelas      :  3EB12
Tugas      :  Softskill (Bahasa Inggris 2)
MEMO

Apa yang dimaksud dengan memo ?
Memo atau memorandum adalah :
o     dokumen dalam bentuk tulisan di kertas
o     digunakan untuk berkomunikasi dalam sebuah organisasi
o     biasanya pendek
o     berisikan untuk/kepada, dari, tanggal, judul, dan isi pesan

Mengapa Menulis Memo ?
Memo berguna dalam situasi di mana pesan teks atau e-mail yang tidak cocok. Misalnya, jika Anda akan mengirim sebuah objek, seperti sebuah buku atau kertas yang harus ditandatangani, internal melalui kantor pos, Anda dapat menggunakan sebuah memo sebagai catatan penutup untuk menjelaskan apa yang harus dilakukan penerima.

Bagaimana Cara Menulis Sebuah Memo ?
Memo harus memiliki bagian dan konten sebagai berikut:
1.      Bagian ‘Untuk/Kepada’ biasanya mengandung nama dari penerima. Untuk memo informal, nama penerima cukup ditulis singkat misalnya ‘Untuk: Andy’. Untuk memo yang lebih formal menggunakan nama lengkap si penerima. Jika, penerima adalah di lain departemen, maka menggunakan nama lengkap dan nama departemen. Hal ini biasanya tidak perlu menggunakan Bapak, Tuan, Nyonya atau Nona kecuali memo sangat formal.
2.      Bagian ‘Dari’ biasanya mengandung nama dari pengirim. Untuk memo informal, nama pengirim cukup ditulis singkat misalnya ‘Dari: Bill’. Untuk memo yang lebih formal menggunakan nama lengkap si pengirim. Jika, penerima adalah di lain departemen, maka menggunakan nama lengkap dan nama departemen. Hal ini biasanya tidak perlu menggunakan Bapak, Tuan, Nyonya atau Nona kecuali memo sangat formal.
3.      Bagian ‘Tanggal’. Untuk menghindari kebingungan antara sistem tanggal Inggris dan Amerika, tulis bulan sebagai kata atau singkatan, misalnya ‘Januari’ atau ‘Jan’.
4.      Bagian Judul.
5.      Isi Pesan
Kecuali jika memo adalah catatan singkat, sebuah pesan memo harus terorganisir dengan baik yang berisi uraian sebagai berikut :
a.       Situsipengenalan atau tujuan dari memo
b.      Masalah (pilihan) – misalnya: “Sejak pindah ke kantor baru di Kowloon Bay, staf memiliki kesulitan dalam mencari tempat yang dekat untuk membeli makan siang”
c.       Solusi (pilihan) – misalnya “Menyediakan oven microwave di dapur akan memungkinkan staf untuk membawa makan siang mereka sendiri dan memanaskan makanan mereka.”
d.      Tindakan – mungkin sama dengan solusi atau bagian dari solusi yang harus dijalankan, misalnya “kami akan menghargai bila anda mengotorisasi hingga 3.000 dolar”
e.       Kesopanan – anda ingin menghindari penerima menolak untuk mengambil tindakan, hal ini penting untuk mengakhiri dengan sikap sopan, misalnya “Sekali lagi, terima kasih untuk dukungan anda.” atau lebih secara informal “Terima kasih”.
6.      Tanda Tangan
Ini adalah pilihan



Monday, 19 January 2015

TUGAS 4 (Softskill) "BAHASA INDONESIA 2"

DAFTAR PUSTAKA

I. Pengertian Daftar pustaka
Daftar Pustaka yaitu suatu daftar yang berisi semua sumber bacaan yang digunakan sebagai bahan acuan dalam penulisan karya ilmiah seperti Makalah, Skripsi, Tugas Akhir, Laporan, Thesis,dan penelitian. Pemilihan daftar pustaka ini harus benar-benar sesuai dengan pokok permasalahan yang dibahas dalam makalah. Mahasiswa, Dosen, Siswa tidak boleh mencantumkan nama/judul buku, artikel/jurnal serta dokumen lainnya baik cetak maupun internet yang tidak terdapat dalam daftar pustaka ini.
Ada beberapa komponen dalam Teknik Penulisan Daftar Pustaka yaitu :
• Nama penulis dan nama keluarga (jika ada)
• Ditempatkannya didepan nama kecil
• Tahun Penerbitan
• Judul Buku
• Tempat Penerbitan
• Nama Penerbit

II. Cara Membuat Daftar Pustaka
Adapun beberapa ketentuan serta aturan cara Penulisan Daftar Pustaka yang baik dan benar yaitu :
1. Bagi penulis yang menggunakan marga/keluarga , nama marga/keluarganya ditulis terlebih dahulu, sedangkan untuk penulis yang tidak menggunakan nama marga / keluarga , diawali dengan penulisan nama akhir / belakang kecuali nama Cina.
2. Gelar kesarjanaan penulis tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka.
3. Judul buku dicetak miring atau digarisbawahi pada setiap kata, jadi tidak dibuat garis bawah yang bersambung sepanjang judul.
4. Baris pertama diketik mulai ketukan pertama sedangkan baris kedua dan seterusnya diketik mulai ketukan ke-7.
5. Jarak antara baris satu dengan baris berikutnya satu spasi.
6. Jarak antara sumber satu dengan sumber berikutnya dua spasi
Sedangkan untuk Cara Penulisan Daftar Pustaka dan teknik Penulisan Daftar Pustaka dibedakan berdasarkan sumbernya yaitu sumber dari Jurnal , buku, Internet, Peraturan Pemerintah , Perundang-undangan, Makalah, Karya Tulis serta Surat Kabar / Koran.

III. Contoh Daftar Pustaka
Berikut ini merupakan Beberapa Contoh Penulisan yang baik dan benar dari berbagai sumber :
1. Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Internet :
Hatta M.2004. Yang Terlarang dalam Berkarier. http://www.sdmlink.com/page/artikel/?act/detil/aid/42
2. Contoh Daftar Pustaka dari Buku :
a. Buku ditulis satu Orang
Christensen R.2006. Roadmap to Strategic HR – Turning A Great Idea into A Business Reality. New York : Amacom
b. Buku ditulis dua Orang
Newman WH and E. Kirby Warren.1977. The Process of Management, Concept, Behaviour and Practice. New Delhi : Prentice Hall of India Private Ltd.
c. Buku ditulis lebih dari dua orang
Ghiselli E. et al 1981. Measurement Theory for The Behavioral Sciences. San Francisco : WH. Freeman and Company

Sumber :
http://postingan-all.blogspot.com/2013/01/pengertian-cara-membuat-dan-contoh.html

TUGAS 4 (Softskill) "BAHASA INDONESIA 2"

KUTIPAN

I. Pengertian
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.

II. Cara Menulis Kutipan Dengan Benar
Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka.
Ada dua cara dalam mengutip:
1. Kutipan langsung
Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah.
2. Kutipan tidak langsung
Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.

III. Cara membuat kutipan :
A. Kutipan langsung dapat dilakukan dengan cara:
• Dalam bentuk aslinya, tidak disingkat, tidak dipotong, dan tidak diterjemahkan;
• Dalam bentuk terjemahan;
• Dalam bahasa aslinya, kemudian diterjemahkan;
• Atau aslinya dimasukkan dalam lampiran, dan terjemahannya dimasukkan dalam teks.
B. Kutipan tidak langsung dapat dilakukan dengan cara:
• Menggunakan kata-kata sendiri, akan tetapi pengertiannya tidak berbeda dengan ide/bahan/data orang lain yang dikutip;
• Membuat tabel, peta, diagram dari data orang lain;
• Menyusun bagan data orang lain;
• Menyadur pendapat orang lain.

IV. Jenis – Jenis Kutipan
1) Kutipan Langsung

Kutipan langsung (direct quotation) adalah kutipan hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya sama persis dengan teks aslinya (yang dikutip). Dalam merujuk sumber kutipan di teks utama, sebutkan referensinya dengan menulis nama pengarang, tahun penerbitan, dan nomor halamannya.
Contoh :
Ratnawati (2006:148) menegaskan bahwa “Hasil pemilu 1999 dan pemilu 2004 secara gamblang menunjukkan bahwa PDI-P leading di Kabupaten Bantul.”
2) Kutipan Tidak Langsung
Kutipan tidak langsung (indirect quotation) merupakan kutipan hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya tidak sama dengan teks aslinya, melainkan menggunakan bahasa atau kalimat penulis/peneliti sendiri. Dalam pengutipan ini, sumber rujukan harus disebutkan, baik dengan nomor halaman atau tanpa nomor halaman. Paling sedikit ada dua jenis kutipan tidak langsung atau ada dua cara dalam mengutip secara tidak langsung. Pertama, dengan meringkas, menyimpulkan, atau merujuk pokok-pokok pikiran orang lain.

Contoh :
Sistem distrik dan sistem proporsional adalah dua jenis sistem pemilihan umum yang paling populer, yang masing-masing sistem ini memiliki variannya sendiri-sendiri. Dalam sistem distrik, jumlah pemenangn yang akan menjadi wakil di parlemen—adalah satu orang, sedangkan dalam sistem proporsional jumlah wakil yang akan mewakili suatu daerah pemilihan adalah beberapa orang sesuai dengan proporsi perolehan suaranya (Budiardjo 1982:4).
Sumber :
http://vinaafryani.wordpress.com/2012/11/09/pengertian-kutipan/